Jumat, 03 Mei 2013

Tentang Adik Ku

            Hari ini, aku merasa menjadi orang yang sangat berdosa, aku tidak bisa menjadi panutan untuk Adik ku. Adik ku baru berusia 15 tahun, dia masih sangat stabil untuk mencari jati diri maklum baru tamat SMP dan bisa dibilang anak ABG, semua orang resah melihat kelakuanya yang nakal dan konon semua orang selalu membandingkan antara aku dan adik ku ini bahkan sampai berusaha mencari seperti apa sebenarnya keluarga kami. Aku tahu sekarang zamanya kucing makan roti dan tikus makan tulang, makanya susah banget buat menyesuaikan diri dengan lingkungan, yang diam pasti akan tertindas, yang aktif akan menang, jadi yang nakal semakin nakal dan yang baik bisa jadi nakal.

           Kedua orangtua ku sering banget bercerita tentang adik ku, pagi ini aku dapat SMS dari orangtua ku di kampung, beliau minta agar aku menasehati adik ku, sebenernya tanpa mereka minta aku selalu menasehati adik ku, tapi aku kehabisan cara kali ini. Aku juga sebel banget pada adik ku, dia keras kepala, selalu ingin di turuti keinginanya tanpa berfikir terlebih dahulau. Aku selalu berdoa agar adik ku menjadi yang terbaik buat semua orang terutama buat kedua orangtuaku, tapi sepertinya Allah akan mengabulkan doa itu tidak dalam waktu yang cepat dan singkat.

           Hari ini aku menangis, ya aku menangis bukan menangis secara fisik tapi menangis dalam hati, memikirkan kesedihan orangtuaku, memikirkan kenakalan adikku, aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Sering banget aku Menasehati adikku dan berusaha mengingatkan dia pada Allah agar dia sadar atas perbuatanya yang selalu membuat air mata kedua orangtuaku mengalir deras setiap saat, agar dia sadar betapa berat perjuangan kedua orangtuaku dalam mendidiknya, aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi, mungkin teman-teman yang punya adik bandel seperti adikku bisa merasakan apa yang aku rasain, kalo temen-temen punya saran tolong aku ya...